Apa itu Brand loyalty?
Apa itu Brand loyalty?

Pengertian Brand Loyalty dan Tingkatan Brand Loyalty

Hai Sobat Latlonnews dimanapun kalian berada, kali ini kita akan membahas tentang Brand loyalty. Apa itu Brand Loyalty? Loyalitas merek sering disebut sebagai brand loyalty . Merupakan konsep yang menggambarkan sikap loyal konsumen terhadap merek tertentu untuk kepentingan perusahaan. Brand Loyalty penting dalam dunia pemasaran.

Pastinya yang sudah menekuni usaha tidak asing lagi dengan pembahasan terkait brand loyalty. Hal ini dikarenakan sebuah merek dapat menunjukkan komitmen konsumen untuk membeli suatu produk. Misalnya beberapa merek seperti Louis Vuitton, Burberry, Dior dan lain-lain yang mengikat hati kalangan atas. Wah, mantap, sekarang yuk simak penjelasannya di bawah ini untuk lebih jelasnya!

Apa itu Brand loyalty?

Brand loyalty berasal dari bahasa Inggris. Brandberarti merek, sedangkan loyalty berarti kesetiaan. Secara bahasa, Brand loyalty berarti kesetiaan terhadap merek atau merek tertentu.

Brand loyalty sebagian besar ditentukan oleh pakar pemasaran dan merek. David Allen Aaker mendefinisikan Brand Loyalty sebagai ukuran hubungan antara pelanggan dan merek. Profesor pemasaran dan strategi merek tersebut mengatakan sejauh mana tautan tersebut dapat memprediksi apakah seorang pelanggan akan beralih ke merek lain atau tidak ketika pesaing menawarkan modifikasi, seperti harga.

Apa itu Brand loyalty?
Apa itu Brand loyalty?

Pelanggan setia tidak mudah beralih ke merek lain. Apa pun yang terjadi, itu harus menjadi merek. Menggunakan merek yang mereka sukai adalah harga tetap bagi mereka.

Tingkat Brand Loyalty

Ada tingkat loyalitas konsumen terhadap suatu merek yang dapat diartikan sebagai tingkat loyalitas. Setidaknya ada lima tingkatan yang membedakan tingkat loyalitas di antara konsumen. Dengan memahami tingkat loyalitas ini, Anda dapat menghargai kekuatan merek Anda. Tercantum di bawah ini adalah tingkat Brand Loyalty yang perlu Anda ketahui.

1. Switcher atau Price Buyer

Level ini adalah yang paling dasar dari lima level yang tersedia. Konsumen pada level ini bukanlah target utama produk. Konsumen jenis ini bukanlah konsumen yang loyal dan juga rentan terhadap perselingkuhan karena mereka bersedia untuk beralih ke merek lain segera setelah tawaran yang lebih menarik datang.

Branding Anda pada level ini tidak berdampak signifikan terhadap konsumen. Apa yang mereka cari bukanlah sebuah merek. Mereka mencari merek yang menawarkan manfaat maksimal, seperti produk yang menawarkan harga paling kompetitif.

2. Habitual Buyer

Pelanggan yang berada pada tingkat Brand Loyalty ini akan membeli produk atau merek Anda berdasarkan kebiasaan. Mereka membeli merek Anda karena mereka puas atau setidaknya tidak kecewa dengan produk dan layanan Anda dalam pembelian mereka sebelumnya. Selama tidak ada yang fatal, konsumen tipe ini akan tetap setia pada merek yang Anda buat.

Ini bukan tanpa alasan. Beralih ke merek lain tentu membutuhkan usaha yang lebih. Jika mereka ingin beralih ke merek lain, setidaknya mereka harus melakukan pengamatan kualitas, pendapat konsumen lain, perhitungan untuk menginspirasi kepercayaan pada merek yang belum dikenal.

3. Satisfied Buyer

Pembeli pada level ini sebenarnya adalah konsumen yang loyal terhadap produk Anda. Mereka puas dengan apa yang Anda berikan. Namun, peluang untuk beralih ke merek lain masih terbuka, meskipun peluangnya tidak besar.

Selain itu, pembeli pada tingkat ini mungkin berpikir beralih ke merek lain sebenarnya buruk bagi mereka. Jika mereka memutuskan untuk beralih ke merek lain, mereka memerlukan setidaknya satu biaya peralihan dalam bentuk uang, waktu, tenaga, risiko kinerja, dan kepercayaan yang terbangun. Tentu saja, ini bukan konsekuensi yang murah.

Fenomena ini diketahui oleh para pesaing. Pesaing umumnya menanggung biaya peralihan dengan menawarkan manfaat besar kepada pelanggan yang puas. Biaya ini dianggap sebagai biaya kompensasi yang harus dibayar pelanggan untuk mencoba produk mereka.

4. Liking the Brand

Tingkatan berikutnya dari brand loyalty adalah brand afeksi atau afeksi merek. Pembeli pada tingkat ini adalah konsumen pilihan yang benar-benar mencintai merek mereka. Pada tingkat ini, konsumen sudah memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap merek.

Preferensi konsumen dapat didasarkan pada asosiasi yang terbentuk, seperti pengalaman merek, kualitas yang memenuhi harapan dan simbol. Namun, perasaan simpati sulit untuk diidentifikasi secara spesifik, karena perasaan ini adalah hasil akumulasi dari penyebab yang berbeda. Konsumen level ini bisa dikatakan sudah berteman dengan brand Anda.

5. Committed Buyer

Pelanggan yang berada pada tingkat Brand Loyalty ini adalah pelanggan yang paling setia. Dengan menggunakan produk yang menggunakan merek Anda, kebanggaan pelanggan Anda tumbuh. Tidak hanya merek Anda yang dipilih sebagai bukti identitasnya.

Keberadaan merek Anda penting dalam kehidupan mereka. Itu sebabnya pelanggan pada level ini memiliki kepercayaan yang sangat kuat terhadap merek Anda. Pesaing tentu sangat sulit untuk memenangkan pelanggan yang berkomitmen untuk beralih ke merek mereka.

Loyalitas mereka tidak cukup untuk setia. Mereka dengan senang hati merekomendasikan merek Anda kepada orang-orang di sekitar mereka. Memberitahu merek adalah kebanggaan, jadi mereka senang melakukannya.

 

Dari pembahasan di atas secara keseluruhan, kita dapat menyimpulkan bahwa Brand Loyalty sangat penting dalam dunia bisnis. Hal ini terkait dengan kepercayaan konsumen, yang menciptakan komitmen yang mendalam untuk membeli kembali merek produk atau jasa tertentu. Selanjutnya, sikap berkomitmen ini juga mengembangkan kebiasaan konsumsi yang tanpa disadari dapat menguntungkan perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, loyalitas ini mengembangkan sikap percaya terhadap suatu merek dimana merek tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan konsumen.