Modal Kerja: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya
Modal Kerja: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Modal Kerja: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Sudahkah Anda mempertimbangkan jumlah modal kerja yang Anda inginkan untuk memulai bisnis? Apapun jenis usaha yang akan dijalankan, aspek ini menjadi acuan untuk menentukan sehat atau tidaknya suatu usaha. Rasio modal yang jelas juga mempengaruhi biaya operasional dan risiko potensi kerugian.

Anda perlu menentukan berapa modal yang dibutuhkan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar. Mari kita lihat dulu pengertian modal kerja, fungsinya, dan cara menghitungnya untuk memaksimalkan modal tersebut untuk berbagai keperluan bisnis.

Pengertian dan contoh modal kerja

Pertama, Anda perlu memahami apa itu modal kerja secara ekonomi. Modal kerja adalah ukuran likuiditas perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan kesehatan keuangan jangka pendek. Modal kerja atau working capital adalah selisih antara aktiva lancar perusahaan dengan kewajibannya selama satu periode.

Contoh aset lancar adalah piutang (piutang yang belum dibayar), kas, persediaan dan persediaan produk jadi. Sedangkan contoh kewajiban meliputi pemasok, angsuran pinjaman, dan rekening operasi bisnis biasa.

Perusahaan dengan modal kerja yang besar perlu memiliki peluang pertumbuhan dan investasi. Artinya, jika aktiva lancar lebih kecil dari kewajiban lancar maka perusahaan akan sulit berkembang dan akan sulit untuk membayar kembali seluruh pinjaman kepada kreditur, sehingga ada risiko kebangkrutan.

Agar lebih jelas, mari kita simak pengertian modal kerja menurut beberapa ahli.

1. Jumingan

Jumingan mendefinisikan modal kerja sebagai jumlah aktiva lancar atau aktiva pada neraca perusahaan. Sedangkan konsep ekuitas berarti pengurangan aktiva lancar atau aktiva dengan kewajiban lancar atau kewajiban lancar. Dari sini, Anda dapat melihat seberapa besar ekuitas dan modal kotor yang dimiliki suatu perusahaan.

2. Kasmir

Kashmir memperlakukan modal kerja sebagai dana yang digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan. Modal ini adalah sejumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan dalam bentuk aktiva lancar atau lancar. Contoh modal kerja tersebut adalah uang tunai, surat berharga yang dapat dinegosiasikan, deposito dan kredit.

3. Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston

Menurut Eugene F. Brigham dan Joel F. Houston, modal kerja adalah hasil penjumlahan dari aktiva lancar. Namun, keadaan aset saat ini adalah modal kerja kotor, jadi definisi ini bersifat kuantitatif, karena penggunaan seluruh sumber daya dimaksudkan untuk operasi jangka pendek. Brigham dan Houston juga menunjukkan bahwa ketersediaan modal perusahaan ditentukan oleh kas, persediaan, kredit dan surat berharga yang dimiliki.

Fungsi modal kerja

Keuangan yang stabil dan permodalan yang memadai mendukung kelancaran dan efisiensi perusahaan. Semua kebutuhan dapat terpenuhi dan kewajiban terpenuhi pada waktunya jika modal kerja sendiri sebenarnya mencukupi. Jadi fungsi modal kerja suatu perusahaan adalah :

  1. Sebuah perusahaan akan terlindungi jika memiliki modal yang cukup, terutama pada saat krisis yang menyebabkan nilai aktiva lancar turun.
  2. Dengan dukungan modal yang tepat, bisnis dapat memberikan layanan yang lebih baik, lancar, dan lebih cepat kepada pelanggan mereka.
  3. Perusahaan dapat membayar kembali semua kewajiban berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak ketiga, termasuk hutang bank dan pinjaman.
  4. Bisnis bebas memberikan kredit kepada konsumen dengan mudah dan menguntungkan.
  5. Posisi keuangan perusahaan yang relatif stabil mendukung efisiensi dan efektivitas operasi internal dan eksternal perusahaan.
  6. Dengan modal yang cukup, Anda dapat menutupi kerugian perusahaan tanpa mempengaruhi posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
  7. Perusahaan dapat memenuhi hak-hak karyawannya dengan gaji, tunjangan, dan asuransi kesehatan dan keselamatan.

Perhitungan modal kerja

Awalnya dibahas bahwa modal kerja akan diperoleh dengan membandingkan aset lancar perusahaan dengan kewajiban lancar. Namun rumus yang digunakan tidak sebatas mereduksi kedua komponen tersebut seperti pada rumus tradisional modal kerja, tetapi untuk memperoleh koefisien modal kerja.

Maka rumus modal kerja yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Rasio modal kerja = Aktiva lancar: Kewajiban lancar

atau bisa menggunakan cara berikut

Rasio modal kerja = (Uang tunai + investasi jangka pendek + persediaan + kredit): (catatan jangka pendek + hutang usaha)

Nah, hasil dari hubungan tersebut dinyatakan sebagai kelipatan. Jika hasil perhitungan diberikan rasio 1,0 berarti aktiva lancar perusahaan sama atau sebanding dengan kewajiban lancar. Oleh karena itu, perusahaan memiliki posisi keuangan yang sehat.

Penjelasan tentang modal kerja di atas cukup sederhana bukan? Anda dapat menggunakan modal ini untuk mengembangkan bisnis Anda. Melaksanakan pengelolaan modal kerja secara tepat dan bijaksana untuk meminimalkan risiko kerugian usaha.

Khusus untuk institusi pendidikan, Pintek saat ini memiliki solusi pinjaman modal kerja yang bisa Anda gunakan. Solusi ini akan memungkinkan sekolah untuk meningkatkan kualitas fasilitas mereka agar lebih modern. Jadi tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan kualitas pendidikan sekolah?

Melalui produk ini, lembaga pendidikan dapat menggunakan dana yang diajukan untuk berbagai kebutuhan. Contohnya antara lain menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, merenovasi gedung, kebutuhan e-learning, peningkatan keterampilan guru atau kebutuhan operasional.

Jangan khawatir, karena Pintek memiliki izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).