stock opname
stock opname

Pengertian dan Manfaat Stock Opname

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara menghitung stock opname di supermarket atau supermarket? Apakah manajemen mengetahui bahwa ada barang-barang Anda yang rusak atau hilang? Kaus kaki adalah jawabannya. Berikut penjelasannya!

Apa itu stock opname?

Jika Anda belum pernah mendengar kata inventory, artikel ini akan memberikan penjelasannya, jadi baca terus! Mari kita mulai dengan konsep inventaris.

Pergudangan adalah salah satu bentuk kegiatan persediaan di gudang sebelum dijual. Kegiatan ini memakan waktu cukup lama karena akan mengecek dan menghitung langsung barang yang ada di stock opname.

Selain itu, tidak boleh ada kesalahan atau penyimpangan dalam perhitungan, karena hal ini nantinya akan mempengaruhi persediaan yang terjual.

Sekarang dengan perkembangan teknologi sudah ada yang menjadi barcode. Menggunakan barcode membuat proses inventaris lebih cepat dan efisien. Selain itu, penggunaan barcode meminimalkan kesalahan dalam pendaftaran dan perhitungan barang.

Mengapa harus stock opname?

Pertanyaan kedua setelah mengetahui apa itu inventarisasi adalah mengapa kegiatan ini dilakukan? Kegiatan persediaan dilakukan untuk memperoleh persediaan yang andal dan benar dari persediaan dalam catatan akuntansi dan barang-barang di gudang.

Angkanya sama atau berbeda. Jika ada lebih banyak artikel daripada yang tertulis di inventaris, Anda dapat memeriksa ulang transaksi yang tidak dicatat atau kesalahan posting.

Jika terjadi kekurangan biasanya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat jurnal pengganti yang kosong, atau perusahaan dapat membebankan biaya kepada pegawai gudang untuk menutupi kekurangan tersebut.

Manfaat stock opname

Perlu dicatat bahwa selain mengetahui jumlah pasti barang dalam stok, ada keuntungan lain dari penyimpanan, yang meliputi:

  • Meminimalkan penyimpangan dari barang, baik itu kekurangan atau kelebihan.
  • Dapat dilacak dengan cepat jika tidak ada atau ada stok, sehingga tidak ada kekurangan stok barang.
  • Dapat digunakan sebagai analisis tahun-tahun sebelumnya untuk mengetahui perkembangan perusahaan.
  • Pengetahuan yang akurat tentang arus masuk dan arus keluar barang.
  • Pastikan Anda mengetahui kondisi barang yang ada di stok.

Kapan Stock opname dilakukan?

Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada kebijakan perusahaan yang disetujui. Periode persediaan biasanya dilakukan secara tahunan, triwulanan (4 bulan), triwulanan (3 bulan) dan dalam beberapa kasus sekali sebulan.

Namun, kebanyakan perusahaan melakukan inventarisasi secara triwulanan atau triwulanan karena proses inventarisasi membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, petugas harus memeriksa semua barang dan kondisinya secara detail.

Tujuan stock opname

Selain manfaat, stock opname memiliki beberapa tujuan. Tujuan inventarisasi bukan hanya untuk mengetahui inventaris perusahaan, tetapi juga kas, aset, kredit, dan kewajiban.

Tujuan stock opname adalah untuk mengetahui keaslian pembukuan perusahaan yang merupakan salah satu fungsi dari Sistem Pengendalian Intern (SPI). Melalui kegiatan ini akan diketahui situasi antara pencatatan akuntansi dengan persediaan fisik yang ada.

Di beberapa perusahaan, persediaan diambil untuk persediaan barang dan uang tunai, sedangkan di perusahaan manufaktur, persediaan digunakan untuk transportasi bahan baku, bahan habis pakai, produk setengah jadi dan produk jadi.

Periode Stock opname

Persediaan biasanya ditarik pada akhir setiap tahun, atau bahkan pada akhir bulan, tergantung pada kebijakan perusahaan. Penentuan periode persediaan yang tepat dapat disesuaikan dengan tingkat minat dan kemampuan perusahaan.

Beberapa perusahaan melakukan stock opname setiap awal bulan untuk mengurangi risiko penyimpangan out-of-stock. Tujuannya adalah untuk membuat perbedaan antara saham segera dikenali dan untuk menemukan akar dari analisis komputasi.

Jika penyebabnya ditemukan dalam nomor artikel, interval waktu inventaris juga diperpanjang. Anda bisa melakukan aktivitas ini pada saat istirahat hari kerja atau bahkan saat perusahaan sedang tidak aktif.

Proses inventaris benar-benar membosankan dan memakan waktu. Namun, ini harus dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan kerugian. Sama halnya dengan penyusunan laporan keuangan yang cukup bermasalah.

Namun, hal ini perlu dilakukan karena perusahaan yang baik biasanya memiliki hubungan dan catatan keuangan yang baik. Dengan kata lain, neraca yang baik dapat mempengaruhi kondisi baik suatu perusahaan.