wholesale
wholesale

Mengapa Wholesale Merupakan Strategi Penjualan Terbaik dan Bagaimana Mengoptimalkannya?

Ada retail, ada wholesale. Kedua jenis proses penjualan ini sering dijumpai di masyarakat. Jika eceran diartikan sebagai penjualan barang secara langsung kepada konsumen, maka wholesale adalah kegiatan menjual barang kepada pengecer yang selanjutnya menjual barang yang dibeli kepada konsumen.

Apakah wholesale merupakan strategi terbaik untuk menjual barang? Jika demikian, apa alasannya? Kamu bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membaca artikel ini, ya!

Pengertian Wholesale

Dalam bahasa Indonesia, grosir sama dengan grosir. Proses grosir adalah proses penjualan langsung dari produsen ke pengecer/reseller. Oleh karena itu, grosir tidak menjual produk mereka langsung ke konsumen akhir.

Karena pedagang grosir (istilah pedagang yang menjual barang dalam jumlah besar) membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsen, maka tidak heran jika harga yang mereka terima lebih murah.

wholesale
wholesale

Tips meningkatkan keuntungan Wholesale

Pedagang grosir diuntungkan dengan cara yang sama seperti pedagang lain, terutama dengan mengandalkan perbedaan harga. Seperti dijelaskan di atas, grosir atau lebih sering disebut grosir, membeli barang langsung dari produsen. Hal ini memungkinkan grosir mendapatkan harga yang jauh lebih murah daripada membeli dari distributor.

Misalnya, toko grosir “Utama Jaya” membeli 2,5 ton gula dari PG Kebon Agung dengan harga Rp 10.000/kg. Karena jumlah pembelian yang cukup banyak, PG Kebon Agung memberikan diskon 10%. Oleh karena itu, toko grosir “Utama Jaya” hanya membayar (100% -10%) x (Rp 2,5 x 1000 x Rs 10.000) = Rp 22.500.000,00.

Karena harga gula pasar saat ini (2022) Rp 14.000,00/kg, maka pedagang grosir berani menjual gula ke pengecer dengan harga Rp 11.000-11.500,00. Jika habis, maka keuntungan yang diperoleh dari usaha grosir “Utama Jaya” dapat dihitung sebagai berikut.

Laba dengan harga jual Rp 11.000,00/kg
(11.000,00 – 10.000,00 Rp) x (2,5 x 1000) = 1000,00 x 2500 Rp = 2.50.000,00 Rp

Laba dengan harga jual Rp 11.500/kg
(Rp 11.500,00-10,000.00) x (Rp x 500) = Rp 1500,00 x 2500 = Rp 3.750.000

Dengan demikian, kisaran keuntungan yang dapat dicapai oleh usaha wholesale “Utama Jaya” di sektor grosir gula adalah dari Rp 2.50.000,00 sampai dengan Rp 3.750.000.

 

Cara mengoptimalkanpenjualan Wholesale

Bagaimana Anda mempromosikan bisnis wholesale Anda? Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan.

Menjalin hubungan baik dengan pelanggan retail

Toko grosir adalah tempat pengecer membeli produk mereka. Pengecer adalah pelanggan Anda, jadi Anda perlu membangun hubungan yang baik dengan mereka. Hubungan yang baik dapat menyebabkan pengecer melakukan bisnis dengan Anda “di rumah”.

Masuk ke dunia online

Jika Anda merasa mampu, Anda bisa mencoba dilayani secara online oleh toko grosir Anda. Namun, pastikan harga eceran tidak turun.

Salah satu opsi adalah menentukan batas pembelian minimum. Cara lain untuk grosir online adalah dengan membebankan harga yang berbeda untuk sejumlah pembelian. Dengan cara ini, konsumen tidak akan dapat membeli barang Anda dalam jumlah kecil secara massal.

Buat diskon untuk pelanggan Anda

Siapa yang tidak suka diskon? Bagi pengecer, diskon sangat berarti – bahkan nilai nominal Rp 500,00 sangat berarti jika mereka membeli dalam jumlah besar.

Dari waktu ke waktu, Anda dapat menawarkan diskon barang kepada pelanggan. Pilihan lainnya adalah memberikan diskon pada jumlah total pembelian. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan tersebut mendaftar ke bisnis wholesale Anda karena harganya yang murah dibandingkan dengan toko lain. Menjalankan bisnis grosir adalah cara yang baik untuk meningkatkan pendapatan. Tidak hanya dengan harga yang berani bersaing dengan toko lain, Anda juga perlu melakukan hal-hal tersebut di atas untuk menarik lebih banyak pelanggan ke bisnis Anda.