Cara Menghitung Upah Lembur
Cara Menghitung Upah Lembur

Begini Cara Menghitung Upah Lembur Menurut Peraturan Pemerintah

Ingin tahu bagaimana cara menghitung uang lembur? Cek rumusnya di sini. Dalam suatu perusahaan harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban karyawan dan juga dalam hal lembur. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan karyawan untuk mengetahui cara menghitung lembur dengan benar.

Namun dalam praktiknya, cukup banyak pekerja yang tahu banyak tentang menghitung upah lembur dan, jika Anda salah satunya, penting bagi Anda untuk membaca artikel di bawah ini. Melihat!

Ketentuan upah lembur

Sebelum mempelajari cara menghitung lembur, perlu diketahui ketentuan jam kerja undang-undang no. 13/2003 / Kepmenakertrans 102 / MEN / VI / 2004 tentang lembur dan remunerasi yang harus dihormati oleh perusahaan, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

  • 7 jam sehari dan 40 jam  untuk 6 hari kerja seminggu.
  • 8 jam per hari dan 40 jam per minggu jika perusahaan menggunakan sistem 5 hari.

Jika Anda sudah memenuhi jam kerja di atas, namun ternyata perusahaan membutuhkan tambahan jam kerja atau tenaga kerja, Anda bisa bekerja lembur jika memenuhi persyaratan di bawah ini.

  • Perusahaan membayar upah kerja lembur yang dilakukan.
  • Pihak pekerja telah menyetujui.
  • Waktu lembur paling lama adalah 4 jam dalam sehari dan 18 jam seminggu.

Oleh karena itu, menurut ketentuan ini, cara perhitungan lembur dipengaruhi oleh jam dan hari yang diperhitungkan, termasuk upah bulanan pekerja.

Perhitungan kerja lembur

Karyawan harus tahu cara menghitung lembur sesuai dengan persyaratan hukum untuk mengetahui apakah jumlah yang diterima benar atau tidak. Berikut langkah-langkah perhitungannya.

Lembur di hari kerja

Lembur biasanya dilakukan dari hari Senin sampai dengan Jumat dalam bentuk perpanjangan waktu kerja karyawan, sehingga perhitungannya didasarkan pada waktu yang dihabiskan.

Berikut cara menghitung lembur di hari kerja.

  • Pada jam pertama lembur = 1,5 x upah per jam
  • Lembur jam kedua dan seterusnya = 2 x upah per jam

Lembur di hari Libur

Perusahaan sering bekerja pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur untuk kebutuhan produksi. Seperti yang terjadi pada hari libur, upah lembur akan lebih tinggi dari pada hari kerja.

Perhitungan lembur pada hari libur didasarkan pada perhitungan jumlah hari kerja yang tersedia di perusahaan sebagai berikut.

Cara menghitung lembur di perusahaan 5 hari Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Dalam 8 jam pertama = 2 x upah per jam
  • Pukul 9 = 3 x upah per jam
  • 10 dan 11 = 4 x upah per jam

Jika perusahaan Anda menggunakan sistem kerja 6 hari, Anda dapat menggunakan rumus di bawah ini untuk menghitung jam lembur Anda.

  • Dalam 7 jam pertama = 2 x upah untuk 1 jam kerja
  • 8 jam = 3 x 1 jam gaji
  • Antara 9:00 dan 11:00 = 4 kali gaji untuk 1 jam kerja.

Untuk lembur pada hari libur dengan jam kerja yang lebih pendek, seperti hari Jumat, rumus perhitungan lembur adalah sebagai berikut.

  • Dalam 5 jam pertama = 2 x upah per jam
  • 6:00 = 3 x upah per jam
  • 7 dan 9 = 4 x upah per jam.

Dari uraian sebelumnya mengenai perhitungan upah lembur, pasal 8 ayat 2 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Perhubungan KEP.102/MEN/VI/2004 memuat ketentuan yang harus diperhatikan. Pada waktu itu.

Menurut aturan tersebut, rumus untuk menghitung jam lembur adalah sebagai berikut.

1 jam upah = 1/173 x upah bulanan

Sebagai informasi: gaji bulanan sama dengan 100% dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap atau 75% dari gaji pokok jika menerima tunjangan tetap dan tidak tetap.

Contoh perhitungan lembur
Untuk lebih memahami cara menghitung lembur harian berdasarkan lembur, Anda dapat menyimak beberapa ilustrasi berikut.

Contoh 1

Anda bekerja di perusahaan dengan sistem 5 hari kerja. Pada hari Senin dan Selasa, semua karyawan bekerja 4 jam sehari. Gaji pokok, termasuk gaji bulanan yang diterima, adalah Rp 5 juta.

Untuk menghitung upah lembur yang Anda terima, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut.

Dalam sistem 5 hari, karyawan bekerja 8 jam sehari, termasuk 4 jam lembur pada hari Senin dan Selasa dengan total 11 jam.

Jika gaji bulanan Anda Rp 5 juta, maka: Upah per jam = 1/173 x Rp 5 juta = Rp 29.000

Karena total waktu kerja adalah 11 jam, metode perhitungan lembur adalah sebagai berikut:

Jam pertama lembur

1,5 x upah per jam =
1,5 x Rp 29.000 = Rp 43.5.000

Lembur di jam kedua, ketiga dan keempat

2 x upah per jam x 3 jam lembur
2 x Rp 29.000 x 3 = Rp 174.000

Total upah lembur yang diterima untuk satu hari kerja lembur adalah Rp 43,5 ribu + Rp 174 ribu = Rp 217,5 ribu. Karena lembur dilakukan selama dua hari, maka nominalnya adalah 2 x Rp 217,5 ribu = Rp 435 ribu.

Contoh 2

Anda bekerja di perusahaan dengan waktu kerja 5 hari dengan gaji bulanan Rp 7 juta. Pada hari Sabtu, perusahaan meminta 5 jam lembur. Oleh karena itu, perhitungan jam lembur mengikuti langkah-langkah berikut.

Gaji bulanan Rp 7 juta, jadi upah per jamnya: 1/173 x Rp 7 juta = Rp 40,5 ribu

2Karena total waktu kerja adalah 5 jam, maka metode perhitungan lembur didasarkan pada sistem upah per jam ganda sebagai berikut.

Durasi kerja lembur x 2 x upah per jam
= 5 jam x 2 x 40,5 ribu rupiah
= 405 ribu rupiah

Demikian informasi mengenai cara menghitung lembur harian karyawan. Upah yang sesuai dengan undang-undang dan peraturan penting bagi perusahaan untuk kesejahteraan karyawannya. Sedangkan bagi karyawan, penting untuk memahami perhitungan untuk mendapatkan hak yang tepat.